Showing posts with label confession. Show all posts
Showing posts with label confession. Show all posts

Saturday, 20 March 2010

Cerpen

Gue suka banget nulis sebenernya, cuma yang gue tulis bener-bener tergantung mood aja. Waktu SMP gue pernah nulis satu cerita. Yang pasti bukan cerita pendek,soalnya gue nulisnya abis satu buku tulis penuh. Berarti sebutlah cerita panjang. :D . Itu cerita gue bikin waktu gue iseng tidur-tiduran di kamar. Ceritanya gue ambil aja dari sedikit kejadian dalam hidup gue. Yah, emang tentang cinta-cintaan siih... Suatu saat bakal gue posting bersambung deh di blog ini.. biar kalian bisa baca cerita menggelikan dan memalukan itu. Biarlah gue buka isi pikiran gue... hahahaha! Cerita cinta-cintaan anak SMP!
Tapi gara-gara itu gue ngelanjutin nulis beberapa cerita sejenis juga. Gue janji kapan-kapan gue posting. ^_^ sekalian buat kenang-kenangan gue. :P

Sunday, 14 March 2010

Aku-Sentris

Ada seorang 'teman' -yang tentu gak bisa disebutin namanya- punya penyakit AKU-SENTRIS. Apaan tuh aku-sentris? Gue sih nyebutnya 'aku-sentris' buat orang-orang yang kalo cerita, isi ceritanya tentang dirinyaaaaaaaaaaaaaaaaaa aja...
'Si teman' ini orangnya gak jahat kok, gak bisa juga dibilang gak asik, emang sedikit egois tapi... semua orang punya lah sisi egois, itu harus diakui. Bukan karena gue membicarakan tentang 'si teman' ini, terus gue jadi bilang kalo gue bukan orang yang egois. >.< Salah besar itu namanya. Gue juga egois di saat-saat tertentu.

Aaah~ sudahlah. Mari kita kembali ke topik 'aku-sentris' ini...

'Si teman' ini orangnya sangat ramah tapi berwatak keras dan berpendirian sangat kuat, malahan kadang bisa kita bilang dia selalu menganggap pendapatnya adalah yang terbaik bagi dirinya dan orang lain. Bagaimana dengan pendapat orang lain? Bukannya salah, tapi dirasa kurang tepat di hatinya.
Yang menjadi masalah adalah, setiap orang lain sedang kesusahan, sebagai orang yang baik dan memperhatikan orang lain, 'si teman' ini selalu ingin membantu dengan menjadi pendengar yang baik dan konsultan yang handal. Gue pernah melihat seorang sahabat gue tengah curhat pada 'si teman'. Usai bercerita-ria pada 'si teman', mungkin sahabat gue mulai merasa lega sudah mencurahkan unek-uneknya, kemudian dengan tenangnya menanyakan solusi pada 'si teman' ini.
Awalnya nampak biasa saja, namun 'si teman' mulai gue sadari malah bercerita tentang bagaimana dirinya jika mengalami masalah seperti sahabat gue itu. Inti persoalan hanya dilihat dari sudut pandang 'si teman' dan semua disangkut-pautkan dengan keberadaan dirinya dalam permasalahan itu atau sekedar pengalaman pribadinya -yang entah sungguhan terjadi atau hanya dikarang-karang saja- . Katanya, "Kalo dulu aku sih begini...begini... begini...makanya mungkin kamu harusnya begini...begini..begini kayak dulu aku nyelesain permasalahan itu"
Sahabat gue yang merasa kurang puas dengan solusi 'si teman' kemudian menyanggah... namun tetap saja jawaban 'si teman' adalah "Iya, kalo aku pribadi melihatnya itu sih blablabla...soalnya dulu aku...."
Dan, begitu gue perhatikan dalam beberapa kesempatan, ternyata 'si teman' memang selalu merespon pernyataan maupun pertanyaan orang lain dengan dirinya sendiri sebagai pusat dan dia memberikan saran dan solusi pada orang lain dengan menggunakan pengalaman pribadinya yang belum tentu benar jika diposisikan dalam permasalahan orang lain.
Aku-sentris ini penyakit yang memang tidak berbahaya, tapi menjadi sangat menyebalkan jika gue harus mendengar cerita orang yang aku-sentris dalam waktu yang lama.

"Helloooo... orang yang aku-sentris,,di mana gue dan orang lain berada?? Kenapa hanya ada kamu, kamu, dan kamu dalam setiap pembicaraanmu itu?? Apakah hanya kamu yang hidup dalam dunia ini?"

Pelajaran #1 (buat gue): jangan sering-sering bertanya pada orang yang punya penyakit aku-sentris.

Saturday, 13 March 2010

Thank You, Mom

I love my mother as the trees love water and sunshine - she helps me grow, prosper, and reach great heights
~Terri Guillemets

Mungkin kata-kata itu jarang gue keluarin dari mulut gue untuk seorang mama yang selalu setia buat gue. 'Hanya' tiga kata, tapi mungkin menjadi kata-kata yang suliiiittnya setengah mati untuk diucapkan. Karena gue orangnya gak terbiasa untuk bicara hal-hal yang kayak gini, tapi gue lebih suka mengungkapkan rasa terima kasih gue ke mama dengan cara lain. Misalnya, gak melakukan hal-hal yang bikin hati mama sakit ato berusaha sebaik mungkin dalam kuliah atau hal lainnya... Bisa juga dengan cara menjadi pendengar yang baik buat kesusahan hati mama. Walaupun caranya pasif, tapi gue sih percaya mama bakal ngerti maksud hati gue. Gue dibesarkan bukan dengan cara yang terbuka kayak anak-anak lain karena gue biasa ditinggal orang tua kerja seharian. Jadi, komunikasi yang terbuka bukan dasar dari keluarga gue. Tapi entah kenapa gue ngerasa udah sepantasnya gue ngasih yang terbaik dari hidup gue buat mama papa gue sebagai ganti rasa terima kasih gue yang gak bisa gue ungkapkan. Di kesempatan ini, meskipun hanya dalam tulisan, gue mau ngasih tau betapa gue sangat berterima kasih selama ini mama khususnya yang udah ngasih apapun yang terbaik buat gue. Untuk kasih sayang, waktu, kebaikan, perhatian, dan kerja keras mama...


Thank you, Mom...

Wednesday, 16 December 2009

BookAHolic??




Seperti juga seorang shopaholic yang gemar berbelanja baju, sepatu, perhiasan, atau jam tangan... gue rasa gue punya penyakit yang sama. Walopun jenis barang yang bikin gue gak bisa nahan diri buat beli itu gak sama,,tapi tetep aja namanya juga 'kecanduan'. Penyakit ini disebut Bookaholic!
Jadi, tempat berbahaya yang gak boleh banget gue datengin sering-sering adalah: TOKO BUKU!!! Tempat ini kayak surga pada awalnya dan neraka pada akhirnya... Begitu masuk toko buku,,secara otomatis semangat gue berkobar-kobar dan rasanya pengen menjelajah ampe ke sudut-sudutnya! tempat pertama yang bakal gue datengin adalah daerah KOMIK, yang gue lakukan pertama adalah nyari judul-judul komik serial yang terbaru belom gue punya.
Misalkan gue gak dapet komik yang gue incer, ujung-ujungnya gue jadi ngeliat komik lain yang gak seharusnya gue beli (dan gue beli juga pada akhirnya) :( "sayang...sayang...seribu kali sayang...nasibku malang, duit melayang..." - itu tuh lagu ciptaan gue setiap gue beli komik lagi dan lagi.
Selanjutnya,, kegiatan rutin gue di toko buku adalah jalan ke tempat novel... ini juga sama berbahayanya waktu gue di tempat komik. Soalnya pasti gue tergiur berat sama keberadaan novel-novel yang terpampang dengan manis di rak buku... Kayaknya di saat kayak begini gue perlu banget buat ngerenungin DOA BAPA KAMI, khusus di bagian: "janganlah membawa kami ke dalam pencobaan" (hahahahahahaha)
Ngeliat novel-novel itu berjejer di beberapa rak, udah kayak ngeliat perhiasan emas asli yang di-diskon up to 50% *pandangan versi lebaii*. Judul-judulnya terasa sangat persuasif di mata gue, bikin gue sangat tertarik buat ngambil dan langsung gue bawa ke kasir!!! *this is nightmare* huhuuhuhu...... sedih abis ama penyakit gue...
Soalnya penyakit ini bikin kantong jebol... Apakah ada obat untuk penyakit ini?? saya sangat membutuhkannya sekarang.... hahaha soalnya semakin lama gak diobatin,,semakin menjadi-jadi keinginan gue memiliki seluruh buku yang ada di toko buku.......!!! Kalo ada penjahat-penjahat di film-film yang mau menguasai dunia,, gue mungkin bisa jadi salah satu penjahat yang mau menguasai toko buku dan perpustakaan di seluruh dunia!! "I WANT TO TAKE OVER THE BOOKS"
Sebenernya siih penyakit ini bisa berdampak positif di sisi lain. Buku-buku yang gue udh beli sekarang, yang jumlahnya semakin lama semakin menggunung itu mungkin suatu saat bisa gue masukin jadi koleksi gue atau buat ngisi perpustakaan pribadi gue. Gue pernah berCita-cita kalo punya banyak duit nanti,, gue mau bikin taman bacaan deket rumah gue... WOW...PASTI MENYENANGKAN... ngebayanginnya aja nyenengin!
Jika ada yang punya solusi untuk Bookaholic buat nabung, coba deh kasih tau gue....hahahaha!